Tentang Genre
“Aku lagi nyoba nulis chicklit nih. Susah juga ya…”
“Iyalah, harus gaul ! Btw, kamu kok jadi ikut-ikutan gitu sih ?”
Hmm.. belum sempat diperjelas lagi, sebenarnya apa arti kalimat itu.
Apakah seperti, “Btw, kamu kok jadi ikut-ikutan gitu sih ? Kamu kan ngga gaul, ngga bakalan mampu deh !”
Ataukah, “Btw, kamu kok jadi ikut-ikutan gitu sih ? Itukan bukan kamu banget. Kamu kan bukan tipe orang yang senang ikut-ikutan.”
Apa coba ?
Anyway, apakah untuk mulai menulis sesuatu itu, kita harus menentukan terlebih dulu, genre apa yang mau kita pakai ? Atau, adakah genre yang memang tidak cocok untuk orang-orang tertentu ?
Seperti begini, ada seorang teman, yang waktu aku ceritakan tentang genre Metropop & Chicklit, dia bilang, “Males ah, yang kayak gituan !”
Meanwhile, dia juga sedang menulis, katakanlah menulis sebuah novel. Dan dari draft-nya yang telah kubaca, hmm… what can I say. It’s sort of chicklit.
Atau memang susah bagi seseorang untuk mengakui bahwa tulisan yang dibuatnya, generally, ber-genre A atau B ? Misalnya ada kata-kata, “Ah, ngga gw banget tuh !”
Hmm.. ini membuatku sedikit bingung, hingga merasa perlu menulis e-mail untuk menanyakan hal ini pada seorang teman penulis. Well, masih draft sih.. Tapi setelah ini aku akan mengirimkannya.
Apakah genre itu penting ?
Apakah kita harus meng-genre-kan dulu sebuah draft baru kita lanjutkan supaya jelas bentuknya ?
Apakah kita harus malu, jika ternyata genre dari tulisan kita tersebut adalah genre ngga-gw-banget-tuh ?
Syukurlah, sebingung-bingungnya aku, aku masih tetap berusaha menyelesaikan tulisan-tulisanku. Genre-nya? Macam-macam. I have three in a row now. Ada yang berbau-bau chicklit, ada yang beraroma edukatif, yang satu lagi malah tentang keluarga.
Buatku, yang penting aku tahu essence dari tulisan-tulisan itu, yang penting aku bisa “hidup” dalam tulisan-tulisan itu. Dan jika aku kekurangan sumber, bertanyalah diriku pada mereka yang tahu. Or googling.
Terlepas dari masalah genre, yang penting kejujuran dalam menulis. Menulis apa yang mau kita tulis, tanpa harus bergantung pada lingkungan. Boleh atau tidaknya dipublikasi (jika ingin), ya tergantung publisher nya dong. Ada kata-kata yang ekstrim? Kan ada editor.
So, bagaimana menurut kalian tentang genre itu ?

genre?
kalo di musik
genre itu dibuat oleh
media dan toko kaset
gunanya untuk
memudahkan memilah-milah
membuat ‘kategorisasi’
padahal sebenarnya
itu jadi membatasi kreatifitas
misalnya sebuah grup musik A
dikelompokkan dalam genre metal
trus pengen bikin lagu jazz
media teriak2
toko kaset bingung
gara-gara keluar genre
me
personally
don’t like
genre-ing
(and categorization)
Comment by richoz — July 25, 2005 @ 6:51 pm
ah kadang penerbit pun salah naro label genre. Subject:Re-nya Novita Estiti dicap chicklit. Pdhal nggak banget. itu bacaan yg cukup berat.
kategori sih perlu, buat memudahkan orang nyari yg sesuai selera mrk. ga nyampur2. kan aneh kalo gue pengen nyari novel misteri, adanya di tumpukan buku2 resep masakan. atau gue nyari kaset lagu cucakrawa, adanya di rak kaset musik metal…
Comment by its — July 26, 2005 @ 3:47 pm
Simply, kita emang perlu tau macam-macam genre. itu kalo kita ngaku suka baca, atau suka musik (terkait komennya Richoz). Tapi untuk pencurahan ide dalam proses menulis baiknya sih lupain dulu sekat-sekat begitu.
Brainstorming aja dulu, soalnya ide itu kan yang dicari-cari dan malah sering hilang kalau kita ngga care. Inget aja, kita orang ngga jauh2 dari yang namanya “lupa”. Hehehe…..
Comment by IndraSaree — July 26, 2005 @ 6:10 pm
Umur mendekati kepala 3 itu genre-nya apa yah ? :O
Hehehe… Happy Birthday
Wish U All the best
God bless you
God loves me
Ya… gitu deh
Comment by Lhukie — July 27, 2005 @ 1:54 am
Kalo mendekati kepala 3 itu genre-nya apa yah ??? :O
Hihihi…
Happy Birthday to You… :X
Wish You all the best…
God bless U, always.
God loves me, always juga :”>
>:D
Comment by Lhukie — July 27, 2005 @ 1:57 am
mbok ya kalo ada comment approval itu ditulis gitu lowh
:P:P
Jadi orang gak binun
Comment by Lhukie — July 27, 2005 @ 2:01 am
benar kata indrasaree
lupain dulu sekat-sekat genre kalo mau berkarya
biar itu jadi urusan penjual dan pembeli
genre bukan urusan pembuat karya
Comment by richoz — July 27, 2005 @ 4:50 pm