Tentang Perubahan
Ada hal-hal, termasuk manusia didalamnya, yang sangat resistan terhadap perubahan.
Seringkali kita menginginkan kemajuan terjadi dalam hidup kita.
But it won’t work well, or I should say it won’t work at all, as long as we live in the same circle.

Manusia dapat mengadakan perubahan dengan adanya rasa penasaran, rasa challenged bahkan rasa bosan. Hanya saja, hasil akhirnya adalah Tuhan yang menentukan. So, it’s better to pray ‘n surrender our hope ‘n say: “Kalau Tuhan berkenan…” Just like Jesus in Getsemani
Comment by M. R. Indrasari — August 4, 2005 @ 4:52 pm
Mbak Leoni, kenapa judulnya “Living in sin”?? Bukankah kita sudah dikuduskan ones for all? (Ibrani 10:10) Please, deh!!!
Comment by M. R. Indrasari — August 4, 2005 @ 4:54 pm
kita?
Comment by richoz — August 4, 2005 @ 5:04 pm
plis deh …
Comment by Q — August 5, 2005 @ 9:07 am
BERUBAH!!!!!
*jadi satria baja hitam*
Comment by its — August 5, 2005 @ 10:20 am
plis deh, ta …
*berubah jd go*ggle pink
Comment by Q — August 5, 2005 @ 12:14 pm
Arggggghhhhhhhh I Hate changes…
Comment by VaNYa — August 5, 2005 @ 2:28 pm